Direktorat Jenderal Perhubungan Udara pada hari ini, Kamis (20/11) menyelenggarakan pertemuan Ke-3 Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP). Acara yang diselenggarakan di Hotel Hilton Bandung tersebut dibuka oleh Direktur Jenderal Perhubungan Udara yang diwakili Direktur Bandar Udara Budhi K. Kresna.
INACA yang diwakili Staf Khusus Capt. Dr. Toto Soebandoro dan Komite Adhoc Rumedi Yuniar turut hadir dalam acara yang juga dihadiri oleh stakeholder penerbangan yaitu dari maskapai dalam dan luar negeri, pengelola bandara, pengelola ground handling, Kantor Otoritas Bandar Udara, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), serta asosiasi terkait penerbangan.
Agenda acara pada pertemuan ini di antaranya review hasil KNKP Ke-2 dan update Keamanan Penerbangan Global dan Nasional oleh Kasubddit. Standardization & Kerjasama Keamanan Penerbangan Direktorat Keamanan Penerbangan (DKP) Ditjen Perhubungan Udara, pemaparan terkait Cyber Security oleh BSSN, kinerja pemeriksaan pax & bagasi kabin serta permasalahannya di bandara oleh Angkasa Pura Indonesia, pemenuhan kompetensi & jumlah personil aviation security (avsec) di bandara & permasalahannya oleh InJourney Aviation Service (IAS), dan sharing experience oleh GM. Bandara Ngurah Rai Denpasar.
Pada kesempatan tersebut, tim INACA memberikan masukan bahwa menindaklanjuti paparan direktur BSSN, disarankan agar KP 207 tahun 2021 terkait cyber security untuk dapat dijadikan source of reference Program Keamanan Penerbangan Nasional (PKPN).
Diperlukan komunikasi yang erat antara BSSN dan DKP terkait informasi threat of cyber security, sebagai preventif action terhadap penerbangan dari ancaman cyber security.
Trend dan weakness maupun occurance keamanan penerbangan hendaknya disebarkan kepada stakeholder untuk lesson learned dengan tetap menganut prinsip Sensitive Aviation Security Information (SASI).
DKP dan BSSN menyambut baik masukan INACA tersebut dan akan dimasukkan pada agenda revisi KM 39 tahun 2024.

#inaca #keamananpenerbangan #aviationsecurity
