“Keselamatan penerbangan di tahun 2025 secara umum sedikit membaik dibandingkan tahun 2024. Kecelakaan dan insiden serius jumlahnya berkurang,” demikian disampaikan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Surjanto Tjahjono dalam acara media rilis capaian kinerja KNKT tahun 2025 yang diselenggarakan hari ini, Rabu (28/1/2026) di kantor pusat KNKT, Jakarta.

 

Hadir dalam acara tersebut Kepala Data dan Publikasi INACA Gatot Raharjo, perwakilan Kementerian Perhubungan, Basarnas beserta wartawan media massa nasional.

 

Pada acara tersebut dipaparkan bahwa jumlah kecelakaan penerbangan yang terjadi di tahun 2025 adalah 9 kejadian dan insiden serius 10 kejadian dengan korban jiwa 12 orang. Sementara di tahun 2024 terjadi 9 kecelakaan dan 15 insiden serius dengan 11 koran jiwa.

 

Dari data tahun 2025, kejadian kecelakaan terbanyak ada di Papua yaitu 4 kecelakaan dan 3 insiden serius, diikuti oleh Jawa masing-masing 3 kecelakaan dan 3 insiden serius. Sementara di Sumatera dan Kalimantan masing-masing 1 kecelakaan dan insiden serius, sedangkan di Sulawesi dan Bali masing-masing 1 insiden serius.

 

Berdasarkan laporan final investigasi yang dilakukan tahun 2025, KNKT menyampaikan isu-isu keselamatan penerbangan yang meliputi:

– Runway Excursion (RE)

– Abnormal Runway Contact (ARC)

– Medical (MED)

– Other (OTHR): Fatigue-related

– Low Altitude Operation (LALT)

 

Laporan selengkapnya media rilis KNKT tersebut dapat dibaca di laman www knkt.go.id.

#inaca #knkt #investigasikecelakaan #keselamatanpenerbangan

Author