Jakarta, 31 Oktober 2026 — Diplomasi ekonomi tidak selalu berlangsung di balik meja perundingan. Pertemuan informal melalui olahraga juga dapat menjadi ruang untuk membangun kepercayaan, memperluas jejaring internasional, dan membuka dialog mengenai peluang kerja sama bisnis.
Semangat tersebut menjadi bagian dari kegiatan Golf: Friendship Beyond Fairway yang diselenggarakan di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Sabtu (31/10/2026), dengan mempertemukan komunitas diplomatik, regulator, serta pelaku industri penerbangan.
Kegiatan yang melibatkan Indonesia National Air Carriers Association (INACA), dan komunitas Jakarta Ambassador Golfers Association (JAGA) ini menghadirkan ruang interaksi antara para pemangku kepentingan dari berbagai negara.
Komunitas diplomatik yang tercakup dalam daftar undangan berasal dari 35 negara mitra internasional bersama Indonesia sebagai tuan rumah, sehingga mencakup 36 negara.
Negara-negara tersebut antara lain Meksiko, Korea Selatan, Kamboja, Brunei Darussalam, Laos, Armenia, Ceko, Lebanon, Oman, Polandia, Slovakia, Selandia Baru, Tunisia, Georgia, Amerika Serikat, Thailand, Malaysia, Uruguay, Afrika Selatan, Austria, Angola, Norwegia, Bahrain, Swiss, Spanyol, Kenya, Aljazair, Rumania, Yordania, Turki, Ukraina, Kosta Rika, Myanmar, Brasil, dan Pakistan.
Di antara tokoh yang masuk dalam daftar undangan adalah Duta Besar Santo Darmosumarto selaku Co-Chair JAGA dan Duta Besar Georgia untuk Indonesia, Tornike Nozadze, serta sejumlah tokoh diplomatik Indonesia.
Pertemuan ini juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan dengan pemangku kepentingan penerbangan nasional, termasuk regulator, operator bandar udara, penyedia layanan navigasi penerbangan, dan pelaku usaha aviasi.
Ketua Umum INACA sekaligus Presiden Direktur Whitesky Group, Denon Prawiraatmadja, menilai hubungan internasional yang kuat dapat menjadi fondasi untuk membangun peluang kolaborasi ekonomi. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi pasar penerbangan yang besar, didukung kebutuhan konektivitas antar pulau serta posisi geografis yang strategis di kawasan Asia Tenggara.
“Melalui pertemuan seperti ini, kita ingin membangun hubungan yang lebih erat, bertukar gagasan, dan membuka peluang kerja sama jangka panjang. Indonesia terbuka untuk kolaborasi dan investasi dalam pengembangan industri aviasi,” ujar Denon.
Selain mempererat hubungan diplomatik, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan peluang bisnis penerbangan Indonesia, mulai dari transportasi penumpang, layanan charter, kargo, hingga dukungan konektivitas bagi sektor pariwisata dan industri.
Kemitraan internasional juga dinilai penting dalam mendorong transfer pengetahuan, pengembangan teknologi, dan peningkatan standar keselamatan serta efisiensi operasional penerbangan.
Melalui pendekatan networking yang lebih personal, INACA berharap hubungan yang terbangun dapat menjadi pintu masuk bagi dialog bisnis dan kerja sama lintas negara di masa mendatang.
Lebih dari sekadar turnamen golf, Golf: Friendship Beyond Fairway membawa pesan bahwa hubungan diplomatik dan jejaring industri dapat saling melengkapi dalam membuka peluang ekonomi baru.
Seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas nasional, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan mitra internasional akan semakin relevan untuk mendukung pengembangan sektor aviasi Indonesia menuju 2045.

