Pemerintah Indonesia berencana mengimplementasikan penggunaan sustainable aviation fuel (SAF) penerbangan internasional pada tahun 2027. Rencananya SAF akan dicampur dengan avtur konvensional sebanyak 1% pada penerbangan internasional dari dua bandara yaitu Bandara Soekarno Hatta Cengkareng dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar.

Terkait dengan hal tersebut, hari ini, Kamis (10/9/3026) tim gugus tugas SAF INACA mengundang maskapai anggota yang mempunyai penerbangan berjadwal internasional untuk melakukan rapat koordinasi.

Rapat dilaksanakan di Kantor Pusat maskapai Indonesia AirAsia, Tangerang dan dipimpin oleh Wakil Sekjen Capt. Dwiyanto Ambarhidayat dan Staf Ahli Eddy Krismeidy. Rapat dihadiri perwakilan maskapai Garuda Indonesia, Indonesia AirAsia, Citilink, Pelita Air dan TransNusa.

Pada kesempatan tersebut koordinator tim gugus tugas SAF INACA Agus Maulidan menyampaikan paparan tentang perkembangan rencana Pemerintah terkait implementasi SAF, baik dari sisi kondisi supply and demand. Disampaikan juga benchmarking dari beberapa negara yang belum, berencana dan telah melaksanakan SAF.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan pengalaman maskapai Garuda Indonesia yang telah mengimplementasikan SAF pada penerbangan dari Uni Eropa, dan kemudian dilakukan diskusi dari para peserta rapat.

Hasil rapat ini rencananya akan dijadikan masukan dari sisi maskapai penerbangan kepada Pemerintah dalam mengimplementasikan SAF tersebut.

#inaca #saf #sustainableaviationfuel

Author