LANGKAH ANTISIPASI MENYONGSONG MASA ANGKUTAN NATAL DAN TAHUN BARU

Kita telah memasuki bulan Desember dan akan segera menyambut datangnya Hari Natal dan Tahun Baru. Kesempatan perayaan hari besar dan libur nasional seperti ini seringkali dimanfaatkan oleh banyak saudara kita untuk bepergian, sehingga arus lalu lintas transportasi juga akan mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan hari-hari biasa.

Kementerian Perhubungan sebagai instansi pengelola sektor transportasi tentunya harus mengantisipasi peningkatan ini agar mobilitas masyarakat pada masa Natal dan Tahun Baru kali ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. Oleh karena itu, saya ingin menyampaikan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kita bersama yaitu:

1. Keselamatan adalah aspek yang paling utama dan tidak boleh ditawar. Seluruh unit kerja harus mengupayakan agar seluruh stakeholder terkait, mulai dari pemerintah daerah, mitra kerja operator, hingga masyarakat pengguna jasa, bisa mengetahui (aware) dan patuh (comply) terhadap setiap aturan keselamatan yang berlaku.

2. Untuk mendorong awareness dan compliance terhadap aturan keselamatan tersebut, saya minta kegiatan uji petik terhadap sarana (ramp check), prasarana, dan pemeriksaan awak transportasi terus diintensifkan. Selain upaya penertiban pada sisi operator, sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana berperilaku selamat dalam bertransportasi juga harus ditingkatkan.

3. Di samping keselamatan, aspek kelancaran juga akan menjadi kunci kesuksesan dari penyelenggaraan Angkutan Natal dan Tahun Baru. Oleh karena itu, kebijakan pengendalian arus seperti pembatasan operasional atau pengaturan rute kendaraan angkutan berat perlu dilaksanakan sesuai kebutuhkan di lapangan.

4. Mengingat tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan ruas tol Jakarta-Surabaya, perlu ada fokus penanganan di kota-kota yang menjadi tujuan utama seperti Semarang, Solo dan Surabaya. Koordinasikan dengan kepolisian dan pemerintah daerah setempat untuk menyiapkan rekayasa yang diperlukan untuk mencegah terjadinya bottleneck pada titik masuk maupun keluar tol di wilayah tersebut. Komunikasikan kepada penyelenggara jalan tol agar papan elektronik dan rest area bisa dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang kondisi jalur tol, sehingga para pengguna jalan tol bisa memutuskan rute dan ritme perjalanan yang terbaik.

5. Kegiatan mudik gratis yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan agar dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Berikanlah layanan dan kenyamanan yang terbaik dan ajak masyarakat yang ikut serta untuk mengkampanyekan penggunaan angkutan publik.

6. Setiap penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru merupakan wahana untuk belajar tentang bagaimana kita bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi di masa mendatang. Oleh karena itu saya minta agar setiap posko, baik di kantor pusat maupun di lapangan, benar-benar dimanfaatkan untuk memantau, mendengar, serta memberikan solusi terhadap setiap permasalahan dan keluhan yang disampaikan oleh masyarakat.

Demikian disampaikan untuk menjadi pedoman pelaksanaan tindak lanjut ke depan. Sekian dan terima kasih.

Salam Perhubungan,

BUDI KARYA SUMADI

source : kementerian Perhubungan RI