BUSINESS CHALLENGES 2019

Harian Bisnis Indonesia mengadakan Seminar Business Challenges 2019 pada Senin 26 November 2018 pukul 12.00-17.00 WIB, di Hotel Raffles Jakarta. Saya beruntung diundang oleh Pemred-nya Mas Herry Trianto.

Seminar Business Challenges disebut sebagai Ministerial Session, pembicara utamanya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Mengeri ESDM Ignatius Jonan. Moderatornya Hariyadi Sukamdani komisaris Bisnis Indonesia, juga Ketua Umum Apindo.

Acara dimulai dengan presentasi Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Prof. Suahasil Nazara membahas tantangan perekonomian tahun 2019. Beliau mengatakan insentif pajak yang diberikan adalah sebesar Rp. 154,4 T atau 1% PDB Indonesia.

Menurut beliau tidak ada jenis pajak baru. Harapannya mudah-mudahan compliance untuk membayar pajak akan semakin baik pada tahun-tahun mendatang.

 

 

Kemudian Menhub menjelaskan keberhasilan dalam pembangunan infrastruktur dan sarana trasnportasi. Itu menjadi sarana tercapainya konektivitas yang memberi manfaat ekonomis bagi masyarakat, terutama di daerah terpencil.

Seluruh biaya pembangunan itu membutuhkan dana Rp.1.283 Trilyun, padahal yang tersedia hanya Rp. 491 Trilyun. Itulah mengapa Kemenhub mengajak swasta untuk ikut serta dalam pembangunan ini melalui Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau Private Public Partnership (PPP).

Menteri ESDM menguraikan mengenai energi, dengan angka-angka teknis, foto-foto yang ekspresif dan film-film pendek yg membanggakan juga mengharukan.

Saya ikut terharu … bagaimana saudara kita di Papua sana, melihat lampu listrik bertenaga surya yang pertama kalinya di dalam Honai-nya! Itu adalah sebuah miracle. Dulu dalam mimpi mereka pun mungkin belum pernah. Sungguh luar biasa …

Juga foto puluhan kincir angin PLTB (Pusat Listrik Tenaga Bayu) di Sidrap, begitu indah dan pasti memberi manfaat banyak.

Hal yang menarik beliau mengatakan tidak ada eksplorasi besar baru di bidang perminyakan. Yang terakhir Blok Jatibarang ditemukan pada sekitar 1964, berarti lebih setengah abad yl. Lama sekali.
Menteri ESDM juga mengatakan masih ada subsidi sekitar Rp. 150 Trilyun, untuk Listrik, BBM dan LPG.

Pada akhir acara Master Feng Shui Yulius Fang mengatakan tahun 2019 adalah tahun Babi Tanah. Ada dua elemen yg bertentangan, yaitu air besar yang menaungi babi dan tanah kecil. Menurut prediksinya akan ada penipuan, pemalsuan, dan kesulitan berpikir jernih pada tahun Babi Tanah 2019.

“Dari luar kelihatannya stabil, lambat dan santai, tetapi di dalamnya ada sedikit pertumbuhan, dinamisme dengan risiko tantangan dan kegelisahan,” katanya.

Meskipun begitu, menurut Yulius Fang masih terdapat bidang usaha yang berpotensi mendapatkan keuntungan, antara lain : terobosan ilmu pengetahuan, elektronik, industri olahraga, mainan, medis, otomotif, serta penggalian.

Nah, penggalian ini barangkali cocok dengan usaha Kementerian ESDM untuk mengeksplorasi dan mendapatkan minyak semakin banyak.
Mudah-mudahan

KMO, Selasa 27 Nov 2018
herulegowo@gmail.com