Author: admininaca

Rugi – Garuda tutup beberapa rute dalam dan luar negeri

    rugi-garuda-tutup-beberapa-rute-dalam-negeri-luar-negeri    CNBC Indonesia – PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA)membeberkan kondisi industri penerbangannya saat ini. Di hadapan anggota Komisi VI DPR RI, Selasa (21/5/2019), Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara menjelaskan biaya penerbangan sudah amat mahal. Kebijakan pemerintah yang meminta maskapai menurunkan tarif batas atas (TBA) harga tiket pesawat sebesar 15% memperparah derita. Akibatnya, Garuda Indonesia memutuskan menutup sejumlah rute penerbangan ke area terpencil juga penerbangan ke beberapa negara. “Memang dampaknya kita tidak bisa lagi terbang ke daerah-daerah remote (terpencil). Terus terang kita diprotes juga sama [Bupati] Belitung. [Kerugiannya] US$ 1,3 juta (Rp 18,2 miliar) per 6 bulan. Jadi kita tidak bisa lagi mensubsidi dari jalur-jalur gemuk seperti Surabaya, Denpasar, Yogyakarta ke daerah-daerah yang di ujung,” kata Ari dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI, Selasa (21/5/2019). Baca: Dari Rugi Tiba-Tiba Untung, Ini Penjelasan Bos Garuda Selain Belitung, Garuda Indonesia juga mengurangi penerbangan ke Pulau Morotai, Maumere dan Bima. Ari menjelaskan, bahan bakar di daerah tersebut juga jauh lebih mahal dibanding daerah lain. Harga bisa 80% di atas harga bahan bakar biasanya. Selain itu, jam operasinya pun terbatas pukul 15.00-16.00 saja. Dengan kondisi itu, maskapai harus kembali menghitung biaya yang dikeluarkan. Bila sudah malam maka kru juga harus menginap dan mengeluarkan biaya lagi. “Jadi sungguh tidak menguntungkan harga diturunkan, kita tidak bisa beroperasi di tempat tertentu. Kecuali kita diberi penugasan ya kita siap,” tuturnya. Selain rute ke daerah terpencil,...

Read More

berakhirnya tiket murah penerbangan- Agus Pambagio

berakhirnya-tiket-murah-penerbangan Sumber Detiknews.com Jakarta – Hiruk pikuk perdebatan soal harga mahal tiket penerbangan domestik ekonomi tak kunjung reda, membuat saya harus kembali menuliskan artikel ini sebagai pencerahan untuk menanggapi keresahan publik karena harga tiket penerbangan ekonomi domestik stabil mahal. Kondisi seperti ini terus berlanjut, termasuk di saat kampanye Pemilu 2019. Oleh sebab itu pemerintah melalui Kementerian Koordinator Maritim, Kementerian Koordinator Perekonomian, dan Kementerian Perhubungan merasa perlu untuk turun tangan. Sayang beleid pemerintah kurang tepat dan justru cenderung bisa mematikan industri penerbangan. Pemerintah lupa bahwa memaksa maskapai penerbangan untuk menurunkan harga tiket, yang tidak sesuai pasar, akan membuat industri penerbangan semakin terpuruk. Jangan lupa bahwa ujung dari sumber pendapatan industri penerbangan adalah maskapai. Pendapatan maskapai turun, maka pendapatan bandara, navigasi udara, logistik, dan sebagainya juga turun. Dalam teori ekonomi yang saya pahami, keseimbangan merupakan kunci supaya semua sektor terkait dapat hidup dan menjadi motor ekonomi yang baik. Kalau saling menekan seperti saat ini, pasti akan ada yang out of business atau bangkrut. Pemerintah telah gagal menjelaskan ke publik mengapa harga tiket penerbangan tetap mahal meskipun sudah dikeluarkan berbagai aturan. Tanpa upaya yang serius dan benar, upaya pemerintah yang telah dilakukan mustahil dapat menurunkan harga tiket penerbangan domestik kelas ekonomi kembali seperti awal 2018. “Now Everybody Can Fly” hanya menjadi slogan salah satu maskapai saja karena harga tiket pesawat (termasuk LCC) sudah tidak terjangkau publik. Di artikel ini saya akan mencoba mengulas sekali lagi apa...

Read More

Anggota Ombudsman : Kemenhub paksa penurunan harga ticket maskapai akan rugi

JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota Ombudsman RI Alvin Lie menyatakan Kementerian Perhubungan harus bisa mengatur harga tiket agar bisa wajar, dan tidak boleh memaksa harga tiket harus murah. Menurut Alvin, langkah Kementerian Perhubungan yang mewajibkan maskapai menurunkan harga tiket, tidak memperhatikan kondisi keuangan maskapai penerbangan. Maskapai akan rugi jika tarif pesawat diturunkan. “Kebijakan harus perhatikan pihak terkait, termasuk kepentingan airline. Tidak bisa semaunya menaikkan dan menurunkan. Saya khawatir jika Kemenhub menurunkan meminta maskapai menurunkan harga tiket, ini mengabaikan pihak airlines,” ujarnya saat berbincang dengan Kompas.com, Kamis (16/5/2019). Baca: Maskapai Wajib Turunkan Harga Tiket Pesawat Paling Lambat 18 Mei 2019 Alvin menilai, kebijakan Kemenhub yang memaksa maskapai menurunkan harga tiket, lebih berorientasi untuk mengakomodir desakan penumpang di kota-kota besar yang selama ini banyak menggunakan pesawat jet. Padahal, ada kebijakan yang lebih mendesak untuk ditindaklanjuti Kemenhub. Yakni membuat wajar harga tiket pesawat jenis propeler atau baling-baling yang selama ini banyak digunakan oleh penumpang di daerah-daerah terpencil di Indonesia. “Karena biaya per penumpang per kilometer pesawat propeler ini jauh lebih mahal daripada jenis pesawat jet. Kemenhub harus mengatur harga tiket pesawat tersebut agar masyarakat di daerah terpencil bisa mendapatkan layanan transportasi dengan harga yang wajar,” jelas Alvin Lie. “Saya menjadi berpikir, Kementerian Perhubungan ini pada akhirnya hanya memikirkan industri pariwisata ketimbang meregulasi industri transportasi seperti penerbangan,” kata dia. Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mewajibkan maskapai untuk menurunkan harga tiket pesawat khusus untuk yang bermesin jet...

Read More

Login Member


Daftar Anggota INACA

Regulasi

_______________
regulasi selengkapnya...

ANNUAL REPORT

Link


Direktorat Jenderal Perhubungan Udara








Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara